EnglishIndonesian

No More “PITES” Caplak !!!!!

”Vetamers” pasti pernah melihat anjing menggaruk  dengan kakinya,  menggigit dan menggesekkan badannya karena rasa gatal. Rasa gatal atau ruam kemerahan pada pet disebabkan berbagai macam, salah satunya oleh adanya infestasi ektoparasit seperti caplak, pinjal dan kutu.

Apakah “Vetamers” pernah menemukan ektoparasit yang berbentuk bulat, licin, berwarna abu-abu hingga kecokelatan di permukaan kulit dan disela – sela bulu pet? Mungkin saja itu adalah caplak yang sedang  menghisap darah hewan kesayanganmu.

Brown dog tick (Rhipicephalus sanguineus) merupakan caplak yang paling populer di  Indonesia yang dapat menyebabkan tick dermatitis seperti gatal dan ruam kemerahan di kulit.  Caplak dapat menempel di seluruh bagian tubuh hewan, tetapi lebih menyukai area dengan sedikit rambut, lembab dan berkulit tipis seperti wajah, telinga, ketiak dan sela-sela jari.  Selain itu caplak dapat berada dilingkungan sekitar pet  seperti kandang, rumput dan karpet1.

Saat infestasi berat gigitan caplak dapat menyebabkan komplikasi berupa anemia, paralisis dan menimbulkan abses di lokasi gigitan. Serta waspadai caplak sebagai penular patogen penyebab tick-borne diseases (TBD) seperti Babesiosis, Ehrlichiosis, Borreliosis, dan Anaplasmosis yang dapat menginfeksi hewan kesayangan Vetamers2.

Kasus TBD “ Babesiosis”  disebabkan oleh agen infeksi protozoa Babesia sp.  yang ditularkan melalui air liur caplak. Gejala yang dapat ditimbulkan dari ringan  hingga berat seperti kelemahan, demam, muntah, dan tidak mau makan hingga urin berwarna merah kecokelatan, anemia, dan gagal ginjal2.

Caplak dari hewan kesayangan juga dapat menggigit dan menularkan penyakit pada pemilik atau manusia. Lyme disease, nama lain dari Borreliosis, merupakan TBD yang bersifat zoonosis atau dapat menular dari hewan ke manusia dan sebaliknya. Begitu pula dengan Rocky Mountain Spotted Fever dan Tularemia2,3.

Pencegahan yang dapat dilakukan seperti menjaga kebersihan pet dan lingkungan serta pastikan asupan nutrisi terjaga. Jika ternyata pet sudah terdapat caplak…no panik…. Segera berikan obat anti caplak, ambil caplak dengan pinset dan rendam ke dalam alkohol (so,no pites ya Vetamers), pet di mandikan dengan sampo anti caplak dan bersihkan lingkungan (sela – sela kandang) dengan insektisida. Jika mulai ditemukan infestasi yang berat dan adanya gejala TBD  seperti paralisis, muntah atau urin merah segera dilakukan pengecekan ke dokter hewan terdekat.

Vetamers, jika pet terinfeksi caplak kami punya solusinya dengan memberikan obat anti caplak secara topikal ”MECTIVAR” dan atau dapat di mandikan dengan sampo anti caplak FRESH CLEAN TICK and FLEA seminggu sekali. Juga pastikan  kebersihan lingkungan dan peralatan yang digunakan bebas dari caplak dan telur caplak  dengan menggunakan insektisida DELTAMED yang mengandung deltametrin 2.5%.

So Vetamers  husss…. Hempaskan caplak dari pet ….aman dan nyaman deh…

Reference

  • Sinaga BV, Nova H. Prevalensi dan Intensitas Ektoparasit pada Anjing Peliharaan (Canis Famililiaris) di Kalimantan Timur, Indonesia. Jurnal Bioterdidik Wahana Ekspresi Ilmiah UNILA. Vol 7, No 5(2019).
  • Taylor MA, Coop RL, Wall RL. 2016. Veterinary Parasitilogy. Ed 4. Willey Blackwell. United Kingdom
  • Bowman Dwight. Georgies, Parasitology for Veterinanarians. Ed 10. Philadelpia,USA

 

 

Bagikan Artikel

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on email

Artikel Lainnya

Waspadai Ring Worm pada Hewan Kesayangan

Ringworm atau dermatofitosis disebabkan oleh infeksi kapang / jamur di jaringan yang mengandung keratin seperti stratum korneum kulit, rambut dan kuku. Penyakit kulit ini tidak

Kenali Urolithiasis Pada Pet

Kenali  Urolithiasis pada pet Vetamers apakah pernah memperhatikan pet menunjukkan tanda-tanda kesakitan pada saat buang air kecil, kencing sedikit-sedikit atau tidak dapat kencing, dilakukan di