tunasdayavetama.com
KENALI JENIS PARASIT DI KULIT HEWAN PELIHARAAN

KENALI JENIS PARASIT DI KULIT HEWAN PELIHARAAN

Jika hewan peliharaanmu sering menggaruk badan secara berlebihan, bisa jadi mereka terserang parasit kulit. Parasit pengganggu penyebab gatal pada kulit disebut ektoparasit. Kutu merupakan contoh ektoparasit yang menyerang kulit. Selain kutu, terdapat parasit-parasit lain yang dapat menyebabkan gatal pada kulit, sering menggaruk, iritasi di kulit, kulit kemerahan, muncul kerak di luka garukan dan kebotakan rambut.

Biasanya hewan peliharaan yang suka bermain di luar rumah lebih berpeluang terserang ektoparasit. Ektoparasit mempunyai kepentingan terhadap kesehatan hewan dan aspek zoonosis (menular ke manusia). Ektoparasit mengganggu kenyamanan hewan untuk makan dan tidur karena hewan lebih fokus menggaruk agar sensasi gatal hilang. Hewan terserang ektoparasit lama kelamaan dapat menjadi lesu, kehilangan bobot badan, kurus, dan penurunan kekebalan tubuh. Serangan ektoparasit juga mengurangi estetika dari hewan, hewan menjadi kurang enak dipandang.

Kutu

            Kutu dapat ditemukan baik pada anjing maupun kucing. Ada dua jenis kutu yang menyerang hewan peliharaan, yaitu kutu jenis penggigit dan jenis penghisap. Kutu penggigit lebih menyebabkan iritasi kulit seperti kulit gatal dan kulit kemerahan dibandingkan kutu penghisap. Kutu penghisap hidup dengan menghisap darah hewan sehingga dapat menyebabkan anemia pada hewan.

Tungau

            Scabies, demodekosis, dan otitis merupakan beberapa penyakit diakibatkan tungau. Berbeda dengan jenis ektoparasit lain, keberadaan tungau tidak kasat mata karena berukuran sangat kecil.

Pinjal

Bagi pecinta kucing sudah tidak asing dengan pinjal. Pinjal sering ditemukan disela-sela rambut kucing, berwarna hitam, berjalan cepat, suka melompat dan susah ditangkap.

Caplak

            Caplak lebih sering ditemukan pada anjing dibanding kucing. Caplak hidup dengan menghisap darah hewan. Tubuh caplak sangat elastis, caplak yang telah kenyang menghisap darah dapat berukuran berkali-kali lipat dari ukuran normalnya.

Pengobatan dan pencegahan

            Hewan terserang ektoparasit dapat diobati menggunakan bahan-bahan seperti ivermektin, salamectin, fipronil, permetrin, piretroid dan amitraz. Pengobatan hewan membutuhkan kesabaran sampai ektoparasit di hewan hilang.

Pengobatan pada hewan juga perlu ditunjang dengan menjaga kebersihan lingkungan hidup hewan. Ektoparasit diatas mempunyai ciri-ciri bertelur dalam jumlah yang sangat banyak, dari puluhan hingga ribuan. Telur yang ada di lingkungan dapat berkembang menjadi bentuk dewasa. Kebersihan lingkungan dijaga melalui desinfeksi kandang secara teratur untuk menyingkirkan telur-telur yang terselip di celah-celah kandang.

Bagikan Artikel

Recent Post

Follow for more

Artikel Lainnya