Tunas Daya Vetama

WASPADA VIRUS MENYERANG HEWAN KESAYANGAN

WASPADA VIRUS MENYERANG HEWAN KESAYANGAN

Penyakit akibat virus umumnya mudah menyebar dan sulit untuk diobati. Virus mudah sekali menyebar karena hewan terserang virus dapat mengeluarkan virus baik melalui air liur, muntahan, feses, maupun peralatan yang terkontaminasi. Virus juga dapat bertahan lama di lingkungan. Keterlambatan diagnosa penyakit berakibat fatal bagi hewan, misalnya menyebabkan kematian. Berikut beberapa penyakit virus yang perlu diwaspadai pada hewan kesayangan

Canine Parvovirus (CPV)

Penyakit akibat Canine Parvovirus sering disebut dengan singkatan “Parvo”. Parvovirus sering terjadi pada anak anjing kurang dari 4 minggu, semakin tua umur anjing maka peluang terserang parvovirus semakin menurun. Ciri-ciri hewan terserang parvo yaitu diare berdarah, muntah, lesu, kehilangan nafsu makan. Virus ini dapat menular pada hewan lain melalui kontaminasi feses dan muntahan. Vaksinasi pencegahan parvo dapat dilakukan pada anjing berumur 8-20 minggu, diikuti booster.

Canine Distemper Virus (CDV)

Distemper umum menyerang anak anjing berusia 12-16 minggu atau kurang dari umur tersebut. Penularan virus ini melalui udara. Virus ini menyerang saluran pernapasan, saluran pencernaan dan sistem saraf, sehingga gejala klinis yang muncul tergantung organ-organ terserang. Umumnya gejala-gejala distemper seperti muntah, demam, diare berdarah, gangguan pernafasan dan gangguan saraf. Penyebaran virus ini melalui udara, hewan terinfeksi dapat menularkan virus melalui peralatan makan. Vaksinasi pencegahan distemper dapat dilakukan pada anjing berumur 8-10 minggu, diikuti booster.

Feline Panleukopenia Virus (FPV)

Feline Panleukopenia virus merupakan penyebab distemper pada kucing, orang-orang lebih umum menyebut penyakit ini dengan sebutan “Panleu”. Gejala-gejala yang ditunjukkan kucing FPV yaitu demam tinggi (>40C), kurus, lesu, muntah, dan diare berdarah. Penularan ke hewan lain dapat melalui muntah, urin, feses dan air liur hewan terinfeksi FPV. Vaksinasi pencegahan virus panleukopenia dapat dilakukan pada kucing berumur 6-8 minggu, diikuti booster.

Feline Infectious Peritonitis (FIP)

Feline infectious peritonitis (FIP) merupakan penyakit disebabkan infeksi FCoV yang telah bermutasi menjadi FIPV. FIP menyerang kucing berumur 3 bulan sampai 3 tahun. Gejala klinis FIP yaitu demam, penurunan bobot badan, lemas, adanya pembesaran abdomen, gangguan pernafasan, dan gangguan pencernaan. Vaksinasi pencegahan FIP dapat dilakukan pada kucing berumur 6-8 minggu, diikuti booster.

Diagnosa penyakit virus

            Percayakan pemeriksaan penyakit akibat virus pada dokter hewan. Kemiripan antara gejala-gejala penyakit virus terkadang menyulitkan diagnosa. Selain memperhatikan gejala-gejala yang muncul, dokter hewan juga menggunakan Rapid Testkit untuk meyakinkan virus penyebab penyakit.

Pencegahan penyakit virus

            Langkah pencegahan lebih baik daripada pengobatan, pencegahan juga penting untuk mencegah penyebaran penyakit. Vaksinasi termasuk pencegahan, konsultasikan dengan dokter hewan mengenai kondisi hewan kesayangan untuk program vaksinasi. Pencegahan penyebaran virus dapat dilakukan melalui desinfeksi kandang.

Bagikan Artikel

Artikel Lainnya

5 Dokter Hewan Rekomendasi di Serang
Artikel

5 Dokter Hewan Rekomendasi di Serang

Apa yang Pawrents lakukan saat tiba-tiba hewan peliharaan tidak mau makan? Atau mungkin tubuhnya demam, mulai tidak mau bermain, atau muncul kondisi-kondisi yang menunjukkan bahwa anabul sedang sakit, seperti misalnya mulut berlendir, batuk dan pilek, frekuensi buang air kecil berkurang, dan sebagainya. Pasti Pawrents berusaha mencari informasi tentang kondisi anabul bukan? Namun Pawrents mungkin akan

5 rekomendasi dokter hewan terbaik di palembang
Artikel

5 Klinik Dokter Hewan Terbaik di Palembang

Seperti halnya manusia, hewan peliharaan juga perlu dijaga kesehatannya. Bagi Pawrents pemilik anabul, pasti tidak asing dengan grooming, yaitu perawatan hewan peliharaan dengan memandikan anabul untuk merawat kesehatan kulit dan bulunya dari penyakit-penyakit seperti jamur, kutu, maupun scabies. Jika Pawrents melakukan grooming di klinik hewan, biasanya dokter hewan akan melakukan pengecekan kesehatan terlebih dahulu terhadap