Tunas Daya Vetama

Kenali Urolithiasis Pada Pet

Kenali Urolithiasis Pada Pet

Kenali  Urolithiasis pada pet

Vetamers apakah pernah memperhatikan pet menunjukkan tanda-tanda kesakitan pada saat buang air kecil, kencing sedikit-sedikit atau tidak dapat kencing, dilakukan di tempat lain selain litter box atau sembarang tempat, urin berdarah dan menjilati daerah genital. Maka kita perlu curigai  adanya penyakit di sistem urinari/ perkencingan.

Kucing dan anjing sangat rentan terhadap gangguan sistem perkencingan bagian bawah yang biasa disebut Lower Urinary Tractus Disease (LUTD) yang meliputi vesika urinaria dan urethra.Pet akan menunjukkan adanya perubahan perilaku maka “Vetamers” harus segera datang ke dokter hewan agar dapat segera ditangani.Penyakit gangguan sistem urinaria yang paling sering muncul adalah urolithiasis.Dan kasus ini di kucing dan anjing jantan dapat berulang  sekitar 6 bulan kemudian.

Urolitiasis adalah penyakit yang disebabkan oleh adanya urolit atau kalkuli (batu), kristal ataupun sedimen yang berlebihan dalam saluran urinaria. Sama seperti batu pada manusia, batu kristal ini bisa berada di manapun dalam saluran urinasi di anjing, seperti pada ginjal, ureter, atau bisa ditemukan di kandung kemih

Apa sih penyebabnya?

Faktor utama yang mempengaruhi pembentukkan kristalisasi mineral dan urolit adalah derajat saturasi urin dengan mineral tertentu.Semakin tinggi derajat saturasi urin, semakin besar kemungkinan terjadinya kristalisasi dan perkembangan kristal. Oversaturasi dapat disebabkan oleh peningkatan ekskresi kristal oleh ginjal dan reabsorpsi air di tubuli renalis ginjal sehingga konsentrasi dan pH urin berubah menjadi lebih pekat dan asam. Beberapa mineral penyusun urolithiasis seperti struvite, kalsium oksalat, kalsium fosfat, asam urat, dan cystine.

Faktor prediposisi

Faktor prediposisi terjadinya urolithiasis di pet seperti adanya infeksi traktus urinari, diet pakan, pola minum, pola tidur, jenis kelamin, ras, umur, obesitas dan lingkungan.Kasus urolithiasis umumnya terjadi pada jantan (73%) dan betina (55%) diduga karena adanya pengaruh hormon testosteron.Serta banyak terjadi pada usia dewasa dibanding usia tua. Beberapa ras anjing yang lebih sering mengalami urolithiasis seperti shih tzu, mini poodle, yorkshire terrier dan miniature schnauzer. Sedangkan ras di kucing seperti himalaya, persia dan burmese.

Kebiasaan diet seperti intake makanan yang tinggi sodium dan oksalat serta pemberian dry food yang diberikan sepanjang hari atau adlibitum akan lebih mudah terjadinya kristalisasi jika dibandingkan dengan menggunakan makanan basah karena dapat  membantu mengencerkan urine  dan mencegah penumpukan mineral. Pet yang dikastrasi dan ovary histerektomi (OH) memiliki resiko lebih besar. Serta pet yang mengalami obesitas dan malas bergerak memiliki insidensi LUTD yang lebih besar

Gejala klinis

Gejala klinis pet yang mengalami gangguan sistem perkencingan yaitu disuria (hewan menunjukkan tanda-tanda nyeri pada saat urinasi), stranguria (susah kencing), polakisuria (kencing sedikit-sedikit dan sering), periuria merupakan urinasi di tempat lain selain litter box (urinasi di sembarang tempat), hematuria (adanya darah dalam urine) dan menjilati daerah perineum atau daerah genital. Pet yang mengalami obstruksi urethra komplit akan menunjukkan tanda muntah, kelemahan, perut yang menegang dan sakit bila dipalpasi. Bila penyumbatan telah berlangsung lama akan terlihat tanda depresi, lesu, demam, anoreksia atau hilangnya nafsu makan dan diikuti oleh tanda uremia (keracunan ureum).

Treatment & Care

Jika “Vetamers” menemukan adanya gejala – gejala yang dicurigai mengarah urolithiasis segera dibawa ke dokter hewan terdekat agar tidak membahayakan kondisi pet (keracunan ureum). Dokter hewan akan membantu agar urin tidak tersumbat dan lancar dengan pemasangan kateter ‘’Unicath”  sementara dan mengidentifikasi penyebab kasus tersebut. Selain itu untuk mempercepat  penyembuhan dapat diberikan suplemen berupa asam amino “Aminavast”. Adapun pencegahan yang dapat dilakukan “Vetamers“ dengan merubah pola diet dan frekuensi minum pet dengan membiasakan untuk banyak minum air dan membiarkan mereka sering buang air kecil. Pemberian makanan khusus serta suplemen asam amino juga dapat membantu kerja fungsi sistem urinari sehingga dapat menjaga pH urin dan mencegah pembentukan batu.

Reference

Hostutler RA, Chew DJ, DiBartola SP. 2005. Recent Concepts In Feline Lower Urinary Tract Disease. Veterinary Clinics Small Animal. 35:147-170

Tilley LP, Francis WKS Jr. 2016. Blackwell’s Five Minute Veterinary Consult: Canine And Feline. Ed 6 John Wiley &Sons, Inc.. Oxford

 

 

Bagikan Artikel

Artikel Lainnya

5 Dokter Hewan Rekomendasi di Serang
Artikel

5 Dokter Hewan Rekomendasi di Serang

Apa yang Pawrents lakukan saat tiba-tiba hewan peliharaan tidak mau makan? Atau mungkin tubuhnya demam, mulai tidak mau bermain, atau muncul kondisi-kondisi yang menunjukkan bahwa anabul sedang sakit, seperti misalnya mulut berlendir, batuk dan pilek, frekuensi buang air kecil berkurang, dan sebagainya. Pasti Pawrents berusaha mencari informasi tentang kondisi anabul bukan? Namun Pawrents mungkin akan

5 rekomendasi dokter hewan terbaik di palembang
Artikel

5 Klinik Dokter Hewan Terbaik di Palembang

Seperti halnya manusia, hewan peliharaan juga perlu dijaga kesehatannya. Bagi Pawrents pemilik anabul, pasti tidak asing dengan grooming, yaitu perawatan hewan peliharaan dengan memandikan anabul untuk merawat kesehatan kulit dan bulunya dari penyakit-penyakit seperti jamur, kutu, maupun scabies. Jika Pawrents melakukan grooming di klinik hewan, biasanya dokter hewan akan melakukan pengecekan kesehatan terlebih dahulu terhadap