Tunas Daya Vetama

DIARE DI HEWAN KESAYANGAN

DIARE DI HEWAN KESAYANGAN

Diare merupakan gejala umum yang muncul akibat gangguan saluran pencernaan. Pada kondisi diare, pakan di saluran pencernaan bergerak terlalu cepat menyebabkan nutrisi dan cairan tidak terserap sempurna, sehingga feses keluar lebih cair atau lembek dari biasanya.

Banyak sekali faktor-faktor penyebab diare pada hewan kesayangan. Terkadang cara merawat hewan yang kurang baik secara tidak sengaja menjadi penyebab terjadinya diare pada hewan kesayangan, terutama dalam hal pemberian pakan. Pakan yang baik dapat menyehatkan tubuh, begitu pula sebaliknya pakan yang buruk atau tercemar racun dapat menyebabkan diare. Salah satu tanggung jawab pemilik hewan yaitu memberi pakan dan minum yang bersih. Diare merupakan reaksi tubuh mengeluarkan racun agar tidak terserap dan membahayakan tubuh.

Pergantian pakan secara mendadak dalam pengaturan pakan bisa menyebabkan diare. Masing-masing pakan mempunyai kandungan nutrisi yang berbeda. Pergantian pakan yang terlalu cepat menyebabkan saluran pencernaan hewan kaget, sebaiknya pergantian pakan dilakukan secara bertahap agar saluran pencernaan dapat menyesuaikan diri.

Pemberian pakan yang tidak seharusnya pada hewan dapat menyebabkan diare. Hal ini karena perbedaan kerja tubuh hewan dan manusia. Terkadang hewan tidak mempunyai kemampuan mencerna suatu pakan. Misalnya pemberian susu manusia untuk kucing, walaupun kucing menyukainya belum tentu itu baik untuk tubuh kucing. Bahan-bahan yang tidak dapat dicerna tubuh akan dikeluarkan, salah satunya menyebabkan diare.

Penyebab lain diare yaitu adanya parasit yang menyerang saluran pencernaan. Proses penyerapan nutrisi terganggu karena keberadaan parasit. Parasit-parasit tersebut dapat berupa bakteri, virus, cacing maupun protozoa. Mungkin mudah mengetahui adanya cacing jika feses terdapat cacing. Namun parasit yang tidak kasat mata sulit untuk mengobatinya, maka bantuan dari dokter hewan sangat dibutuhkan.

Pengobatan diare dilakukan dengan menghilangkan penyebabnya, diagnosa hanya dapat dilakukan oleh dokter hewan. Diare berkelanjutan menyebabkan dehidrasi pada hewan. Pemilik hewan dapat menjaga agar hewan tidak dehidrasi, caranya dengan selalu menyediakan air minum yang bersih. Terapi penunjang lain terhadap diare pada hewan kesayangan yaitu pemberian probiotik, probiotik dapat memperbaiki konsistensi feses, Probiovar merupakan salah satu contoh probiotik khusus hewan kesayangan. Kebersihan kandang terhadap diare hewan juga harus dijaga agar tidak mencemari lingkungan.

5 FAKTA DEMODEKOSIS YANG PERLU DIKETAHUI

5 FAKTA DEMODEKOSIS YANG PERLU DIKETAHUI

Demodekosis merupakan gangguan kulit akibat parasit kulit yang sering ditemukan pada ajing daripada kucing. Gangguan demodekosis menyebabkan gejala-gejala seperti gangguan akibat parasit kulit pada umumnya yaitu gatal-gatal, sering menggaruk, iritasi di kulit, kulit kemerahan dan kebotakan rambut. Luka yang diakibatkan demodekosis dapat ditemukan di daerah-daerah tertentu (bersifat lokal) atau menyeluruh (bersifat general)

  1. Disebabkan serangan tungau

Demodekosis merupakan penyakit parasit kulit yang disebabkan parasit jenis tungau. Tungau penyebab Demodekosis bernama mirip dengan penyakitnya yaitu tungau Demodex sp., tungau ini berbentuk seperti cerutu dan hanya dapat dilihat melalui mikroskop. Demodex hidup di folikel rambut dan kelenjar keringat.

Tungau Demodex pada anjing

  1. Tungau penyebab demodex juga dapat ditemukan di hewan sehat

Demodex dalam keadaan normal ada di kulit hewan peliharaan. Namun jumlah Demodex pada hewan sehat relatif rendah dan tidak bersifat mengganggu. Populasi Demodex yang rendah terjaga karena sistem imun yang baik.

  1. Terjadi karena penurunan imun

Kulit merupakan organ pelindung terluar tubuh. Penurunan imun menyebabkan perlindungan kulit menurun sehingga menyebabkan perkembangan Demodex meningkat. Penurunan imun dapat terjadi karena genetik, stress (misalnya tinggal di tempat kepadatan tinggi, pengaruh setelah operasi), maupun pengaruh obat-obatan.

  1. Penularan dapat terjadi dari induk ke anak

Induk yang terserang demodekosis dapat menularkan Demodex ke anak melalui kontak langsung, misalnya pada saat menyusui. Anak anjing demodekosis dapat sembuh dengan sendirinya jika mempunyai kekebalan tubuh yang baik.

Siklus penularan Demodekosis dari induk ke anak

  1. Dapat menular ke manusia

Demodex juga secara normal terdapat di kulit manusia, namun jenis Demodex di hewan dan manusia berbeda. Penularan demodekosis ke pemilik hewan terjadi karena pemilik hewan tidak mencuci tangan setelah memegang hewan demodekosis. Namun, pemilik hewan tertular demodekosis dapat sembuh tanpa pengobatan karena perbedaan kondisi kulit dan kekebalan tubuh yang baik.

Pengobatan dan pencegahan

Anjing dengan gejala demodekosis sebaiknya segera diperiksa ke dokter hewan agar diberikan pengobatan dan perawatan yang sesuai. Demodekosis dapat diobati dengan obat yang mengandung ivermectin, salah satu solusinya yaitu ADEX. Namun ivermectin tidak dapat digunakan pada anjing berumur kurang dari 6 minggu. Ivermectin juga bersifat racun bagi ras Collie, Shetland Sheepdog, dan Old English Sheepdog. Selain itu, pengobatan demodekosis memandikan anjing dengan benzoyl peroksida dan amitraz. Pengobatan demodekosis membutuhkan waktu selama 3-8 minggu hingga jumlah Demodex rendah.

Pencegahan penularan demodekosis dapat dilakukan dengan memisahkan antara hewan yang sakit dan yang sehat. selain itu juga perlu menjaga kebersihan diri dan lingkungan.